Breaking News

Mengenal Operan Keperawatan

Operan merupakan sistem kompleks yang didasarkan pada perkembangan sosio-teknologi dan nilai-nilai yang dimiliki perawat dalam berkomunikasi.

Operan shif berperan penting dalam menjaga kesinambungan layanan keperawatan selama 24 jam (Kerr, 2002).
Tujuan komunikasi selama operan adalah untuk membangun komunikasi yang akurat, reliabel (Lardner, 1996), tentang tugas-tugas yang akan dilanjutkan oleh staf pada shif berikutnya agar layanan keperawatan bagi pasien berlangsung aman dan efektif, menjaga keamanan, kepercayaan, dan kehormatan pasien, mengurangi kesenjangan dan ke tidak akuratan perawatan, serta memberi kesempatan perawat meninggalkan pelayanan langsung.
☆☆☆☆☆
Kesimpulan
  1. Operan merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan pasien. 
  2. Operan pasien harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dan yang belum dilakukan serta perkembangan pasien saat itu. Informasi yang disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan sempurna. 
  3. Operan dilakukan oleh perawat primer keperawatan kepada Perawat Primer (penanggung jawab) dinas sore atau dinas malam secara tertulis dan lisan. (Nursalam, 2011).
  4. Operan adalah komunikasi dan serah terima pekerjaan antara shift pagi, sore dan malam. 
  5. Operan dari shift malam ke shift pagi dan dari shif pagi ke shif sore dipimpin oleh kepala ruangan, sedangkan operan dari shift sore ke shift malam dipimpin oleh penanggung jawab shift sore.
☆☆☆☆☆
YANG PERLU DIPERHATIKAN
  1. Dilaksanakan tepat pada saat pergantian shift; 
  2. Dipimpin oleh kepala ruangan atau penanggung jawab pasien (PP);
  3. Diikuti oleh semua perawat yang telah dan yang akan dinas;
  4. Informasi yang disampaikan harus akurat, singkat, sistematis, dan menggambarkan kondisi pasien saat ini serta menjaga kerahasiaan pasien;
  5. Operan harus berorientasi pada permasalahan pasien;
  6. Pada saat Operan di kamar pasien, mengunakan volume suara yang cukup sehingga pasien disebelahnya tidak mendengar sesuatu yang rahasia bagi klien. Sesuatu yang dianggap rahasia sebaiknya tidak dibicarakan secara langsung didekat pasien; dan
  7. Sesuatu yang mungkin membuat klien terkejut dan shock sebaiknya dibicarakan di nurse station.
☆☆☆☆☆
ALUR OPERAN
Alur dan format pedoman operan adalah sebagai berikut:

A. Nurse Station
  1. Operan dipimpin kepala ruangan;
  2. Ketua Tim melaporkan secara verbal dan tertulis kondisi pasiennya berdasarkan dokumentasi keperawatan;
  3. Ketua Tim/ Penanggung  jawab shif dan perawat pelaksana dalam tim mencatat hariannya; dan
  4. Proses klasifikasi informasi.
B. Badside
  1. Kepala ruangan memimpin ronde ke tempat tidur pasien; dan
  2. Validasi data pasien.
C. Nurse Station
  1. Kepala ruangan merangkum informasi operan, memberikan umpan balik dan saran tidak lanjut;
  2. Menutup operan (doa dan bersalaman); dan
  3. Ketua Tim/ Penanggung Jawab mulai kegiatan pre-conference bersama anggota tim/ perawat pelaksana.
☆☆☆☆☆

No comments