Breaking News

Eksim atau Dermatitis

Eksim atau Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon terhadap pengaruh faktor eksogen atau pengaruh faktor endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik ( eritema, edema, papul, vesikel, skuama ) dan keluhan gatal (Djuanda, Adhi, 2007 ).

DERMATITIS lebih dikenal sebagai eksim, merupakan penyakit kulit yang mengalami peradangan. 

Dermatitis dapat terjadi karena bermacam sebab dan timbul dalam berbagai jenis, terutama kulit yang kering. 

Umumnya enzim dapat menyebabkan pembengkakan, memerah, dan gatal pada kulit. Dermatitis tidak berbahaya, dalam arti tidak membahayakan hidup dan tidak menular. 

Walaupun demikian, penyakit ini jelas menyebabkan rasa tidak nyaman dan amat mengganggu. 

Dermatitis muncul dalam beberapa jenis, yang masing-masing memiliki indikasi dan gejala Dermatitis yang muncul dipicu alergen (penyebab alergi) tertentu seperti racun yang terdapat pada berbeda.
Dermatitis muncul dalam beberapa jenis, yang masing-masing memiliki indikasi dan gejala berbeda:
---------------------------------------------------------------------------------
Contact Dermatitis
Dermatitis kontak adalah dermatitis yang disebabkan oleh bahan/ substansi yang menempel pada kulit. (Adhi Djuanda,2005) 
Dermatitis yang muncul dipicu alergen (penyebab alergi) tertentu seperti racun yang terd dapat pada tanaman merambat atau detergen. 
Indikasi dan gejala antara kulit memerah dan gatal. Jika memburuk, penderita akan mengalami bentol-bentol yang meradang. 
Disebabkan kontak langsung dengan salah satu penyebab iritasi pada kulit atau alergi. 
Contohnya sabun cuci/detergen, sabun mandi atau pembersih lantai. Alergennya bisa berupa karet, logam, perhiasan, parfum, kosmetik atau rumput.
Neurodermatitis
Peradangan kulit kronis, gatal, sirkumstrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang-ulang karena berbagai ransangan pruritogenik. (Adhi Djuanda,2005) 
Timbul karena goresan pada kulit secara berulang, bisa berwujud kecil, datar dan dapat berdiameter sekitar 2,5 sampai 25 cm. 
Penyakit ini muncul saat sejumlah pakaian ketat yang kita kenakan menggores kulit sehingga iritasi. 
Iritasi ini memicu kita untuk menggaruk bagian yang terasa gatal. 
Biasanya muncul pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, lengan dan bagian belakang dari leher.
Seborrheic Dermatitis
Kulit terasa berminyak dan licin; melepuhnya sisi-sisi dari hidung, antara kedua alis, belakang telinga serta dada bagian atas. 
Dermatitis ini sering kali diakibatkan faktor keturunan, muncul saat kondisi mental dalam keadaan stres atau orang yang menderita penyakit saraf seperti Parkinson.
Stasis Dermatitis
Merupakan dermatitis sekunder akibat insufisiensi kronik vena (atau hipertensi vena) tungkai bawah. (Adhi Djuanda,2005) 
Yang muncul dengan adanya varises, menyebabkan pergelangan kaki dan tulang kering berubah warna menjadi memerah atau coklat, menebal dan gatal. 
Dermatitis muncul ketika adanya akumulasi cairan di bawah jaringan kulit. 
Varises dan kondisi kronis lain pada kaki juga menjadi penyebab.
Atopic Dermatitis
Merupakan keadaan peradangan kulit kronis dan resitif, disertai gatal yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anaka, sering berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita (D.A, rinitis alergik, atau asma bronkial).kelainan kulit berupa papul gatal yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi, distribusinya dilipatan (fleksural). (Adhi Djuanda,2005)
Dengan indikasi dan gejala antara lain gatal-gatal, kulit menebal, dan pecah-pecah. 

Seringkali muncul di lipatan siku atau belakang lutut. 

Dermatitis biasanya muncul saat alergi dan seringkali muncul pada keluarga, yang salah satu anggota keluarga memiliki asma. 

Biasanya dimulai sejak bayi dan mungkin bisa bertambah atau berkurang tingkat keparahannya selama masa kecil dan dewasa. (ros/Detikhealth).
---------------------------------------------------------------------------------
Dermatitis kontak iritan dapat diderita oleh semua orang dari berbagai golongan umur, ras, dan jenis kelamin. 

Jumlah penderita dermatitis kontak iritan diperkirakan cukup banyak, namun angkanya secara tepat sulit diketahui. 

Hal ini disebabkan antara lain oleh banyak penderita dengan kelainan ringan tidak datang berobat. 

Bila dibandingkan dengan dermatitis kontak iritan, jumlah penderita dermatitis kontak alergik lebih sedikit, karena hanya mengenai orang yang kulitnya sangat peka (hipersensitif). 

Namun sedikit sekali informasi mengenai prevalensi dermatitis ini di masyarakat.
---------------------------------------------------------------------------------
Penyebabnya secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. Luar (eksogen) misalnya bahan kimia (deterjen, oli, semen), fisik (sinar matahari, suhu), mikroorganisme ( mikroorganisme, jamur).
  2. Dalam (endogen) misalnya dermatitis atopik.

Penyebab dermatitis dapat berasal dari luar (eksogen), misalnya bahan kimia (contoh : detergen,asam, basa, oli, semen), fisik (sinar dan suhu), mikroorganisme (contohnya : bakteri, jamur) dapat pula dari dalam (endogen), misalnya dermatitis atopik. (Adhi Djuanda,2005).

Sejumlah kondisi kesehatan, alergi, faktor genetik, fisik, stres, dan iritasi dapat menjadi penyebab eksim. 

Masing-masing jenis eksim, biasanya memiliki penyebab berbeda pula. 

Sering kali, kulit yang pecah-pecah dan meradang yang disebabkan eksim menjadi infeksi. 

Jika kulit tangan ada strip merah seperti goresan, kita mungkin mengalami selulit infeksi bakteri yang terjadi di bawah jaringan kulit. 

Selulit muncul karena peradangan pada kulit yang terlihat bentol-bentol, memerah, berisi cairan dan terasa panas saat disentuh dan Selulit muncul pada seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak bagus. 

Segera periksa ke dokter jika kita mengalami selulit dan eksim.
---------------------------------------------------------------------------------
Faktor Predisposisi Pada Eksim Atau Dermatitis
  1. Keringnya kulit.
  2. Iritasi oleh sabun, deterjen, pelembut pakaian, dan bahan kimia lain.
  3. Menciptakan kondisi yang terlalu hangat untuk anak, misalnya membungkus anak dengan pakaian berlapis.
  4. Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu.
  5. Alergi terhadap debu, serbuk bunga, atau bulu hewan.
  6. Virus dan infeksi lain.
  7. Perjalanan ke Negara dengan iklim berbeda.

---------------------------------------------------------------------------------
Pada umumnya penderita dermatitis akan meneluh gatal, dimana gejala klinis lainnya bergantung pada stadium penyakitnya.

Stadium akut : 
Kelainan kulit berupa eritema, edema, vesikel atau bula, erosi dan eksudasi sehingga tampak basah.
Stadium subakut : 
Eritema, dan edema berkurang, eksudat mongering menjadi kusta.
Stadium kronis : 
Lesi tampak kering, skuama, hiperpigmentasi, papul dan likenefikasi.
Stadium tersebut tidak selalu berurutan, bisa saja sejak awal suatu dermatitis sejak awal memberi gambaran klinis berupa kelainan kulit stadium kronis.
---------------------------------------------------------------------------------
Kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh iritan melalui kerja kimiawi atau fisik. 

Bahan irisan merusak lapisan tanduk, denaturasi keratin, menyingkirkan lemak lapisan tanduk, dan mengubah daya ikat air kulit. 

Keadaan ini akan merusak sel epidermis. 

Ada 2 jenis bahan iritan yaitu: 
  1. Iritan kuat dan 
  2. Iritan lemah. 

Iritan kuat akan menimbulkan kelainan kulit pada pajanan pertama pada hampir semua orang, sedang iritan lemah hanya pada mereka yang paling rawan atau mengalami kontak berulang-ulang.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu: 
  • kelembaban udara, 
  • tekanan, 
  • gesekan, 
  • mempunyai andil pada terjadinya kerusakan tersebut. 

Berkaitan dengan gejala diatas dapat menimbulkan rasa nyeri yang timbul akibat lesi kulit, erupsi dan gatal. 

Selain itu, dapat menimbulkan gangguan intergritas kulit dan gangguan citra tubuh yang timbul karena vesikel kecil, kulit kering, pecah-pecah dan kulit bersisik.
---------------------------------------------------------------------------------
Dermatitis Kontak
Terdapat 2 tipe dermatitis kontak yang disebabkan oleh zat yang berkontak dengan kulit yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergik.
Dermaitis Kontak Iritan : 
Kulit berkontak dengan zat iritan dalam waktu dan konsentrasi cukup, umumnya berbatas relatif tegas. Paparan ulang akan menyebabkan proses menjadi kronik dan kulit menebal disebut skin hardering. 
Dermatitis Kontak Alergik : 
Batas tak tegas. Proses yang mendasarinya ialah reaksi hipersensitivitas. Lokalisasi daerah terpapar, tapi tidak tertutup kemungkinan di daerah lain.
Dermatitis Atopik
Bersifat kronis dengan eksaserbasi akut, dapat terjadi infeksi sekunder. 

Riwayat stigmata atopik pada penderita atau keluarganya.

Dermatitis Numularis
Kelainan terdiri dari eritema, edema, papel, vesikel, bentuk numuler, dengan diameter bervariasi 5 – 40 mm. 

Bersifat membasah (oozing), batas relatif jelas, bila kering membentuk krusta. bagian tubuh.

Dermatitis Statis
Akibat bendungan, tekanan vena makin meningkat sehingga memanjang dan melebar. 

Terlihat berkelok-kelok seperti cacing (varises). 

Cairan intravaskuler masuk ke jaringan dan terjadilah edema. 

Timbul keluhan rasa berat bila lama berdiri dan rasa kesemutan atau seperti ditusuk-tusuk. 

Terjadi ekstravasasi eritrosit dan timbul purpura. 

Bercak-bercak semula tampak merah berubah menjadi hemosiderin. 

Akibat garukan menimbulkan erosi, skuama. 

Bila berlangsung lama, edema diganti jaringan ikat sehingga kulit teraba kaku, warna kulit lebih hitam.

Dermatitis Seiboroika
Merupakan penyakit kronik, residif, dan gatal. 

Kelainan berupa skuama kering, basah atau kasar krusta kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi. 
---------------------------------------------------------------------------------
Tempat kulit kepala, alis, daerah nasolabial belakang telinga, lipatan mamae, presternal, ketiak, umbilikus, lipat bokong, lipat paha dan skrotum. 

Pada kulit kepala terdapat skuama kering dikenal sebagai dan druff dan bila basah disebut pytiriasis steatoides ; disertai kerontokan rambut. 

Lesi dapat menjalar ke dahi, belakang telinga, tengkuk, serta oozing (membasah), dan menjadi keadaan eksfoliatif generalisata. 

Pada bayi dapat terjadi eritroderma deskuamativa atau disebut penyakit Leiner.
---------------------------------------------------------------------------------

No comments