Breaking News

Cemas (Ansietas)

Cemas dalam bahasa latin Anxius dan dalam bahasa Jerman angst kemudian menjadi Anxiety yang berarti kecemasan, merupakan suatu kata yang dipergunakan oleh Freud untuk menggambarkan suatu efek negatif dan KE-TE-RANG-SANG-AN.

Cemas mengandung arti pengalaman psikis yang biasa dan wajar, yang pernah dialami setiap orang dalam rangka memacu individu untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi sebaik-baiknya.

Kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan, yang dapat saja memiliki sumber yang kurang jelas. Kecemasan juga merupakan suatu respon terhadap stres.

Kecemasan adalah keadaan individu atau kelompok yang mengalami perasaan gelisah dan aktifasi sistem saraf autonom dalam berespons terhadap ancaman yang tidak jelas (Carpenito, 2006 : 11).

Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respons autonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu), perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi yang berbahaya.

Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang memperingatkan individu akan adanya bahaya dan memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman (Nanda, 2010 : 281).

Respons yang timbul ansietas (cemas) yaitu khawatir, gelisah, tidak tenang dan dapat disertai dengan keluhan fisik. Kondisi dialami secara subjektif dan di komunikasikan dalam hubungan interpersonal.

Ansietas berbeda dengan rasa takut yang merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya.

Ansietas adalah respon emosional terhadap penilaian tersebut yang penyebabnya tidak diketahui. Sedangkan rasa takut mempunyai penyebab yang jelas dan dapat dipahami.

Kapasitas kecemasan diperlukan untuk bertahan hidup, tetapi tingkat ansietas yang parah tidak sejalan kehidupan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CEMAS (ANSIETAS)
A. Faktor Perdisposisi
Beberapa teori yang mengemukakan faktor pendukung (predisposisi) terjadinya kecemasan adalah:
Teori Psikoanalitik
Kecemasan terjadi karena adanya konflik yang terjadi antara emosional elemen kepribadian yaitu id, ego dan super ego. Id mewakili insting, super ego mewakili hati nurani, sedangkan ego mewakili konflik yang terjadi antara kedua elemen yang bertentangan, dimana timbulnya merupakan upaya dalam memberikan bahaya pada elemen ego.
Teori Interpersonal
Kecemasan timbul dari perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan dan penolakan interpersonal
Teori Behaviour
Kecemasan merupakan produk frustasi yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Teori Perspektif Keluarga
Kajian keluarga menunjukkan pola interaksi yang terjadi didalam keluarga, kecemasan menunjukkan adanya interaksi yang tidak adaptif dalam sistem keluarga.
Teori Perspektif Biologis
Kesehatan umum seseorang menurut pandangan biologis merupakan faktor predisposisi timbulnya kecemasan.

B. Faktor Presipitasi
Beberapa faktor pencetus (presipitasi) yang menyebabkan terjadinya kecemasan adalah:

1. Ancaman Terhadap Integritas Biologis
1. Penyakit
2. Trauma
3. Pembedahan
2. Ancaman Terhadap Konsep Diri
1. Proses kehilangan,
2. Perubahan peran,
3. Perubahan lingkungan,
4. Perubahan hubungan dan
5. Status sosial ekonomi.

C. Menurut Cadpenito (2006)
Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya kecemasan menurut Carpenito (2006) yaitu :
1. PATOFISIOLOGIS
Patofisiologis, yaitu setiap faktor yang berhubungan dengan   kebutuhan dasar manusia akan makanan, air, kenyamanan dan keamanan.
2. SITUASIONAL (Orang Dan Lingkungan)
Berhubungan dengan ancaman konsep diri terhadap perubahan status, adanya kegagalan, kehilangan benda yang dimiliki dan kurang penghargaan dari orang lain.
3. KEHAMILAN
Berhubungan dengan kehilangan orang terdekat karena kematian, perceraian, tekanan budaya, perpindahan, dan adanya perpisahan sementara atau permanen.
4. ANCAMAN INTEGRITAS BIOLOGIS
Berhubungan dengan ancaman integritas biologis yaitu:
  • penyakit, 
  • terkena penyakit mendadak, 
  • sekarat, dan 
  • penanganan-penanganan medis terhadap sakit.
5. PERUBAHAN LINGKUNGAN
Berhubungan dengan perubahan dalam lingkungannya misalnya : pencemaran lingkungan, pensiun, dan bahaya terhadap keamanan.
6. SITUASI SOSIAL
Berhubungan dengan perubahan status sosial ekonomi, misalnya pengangguran, pekerjaan baru, dan promosi jabatan.
7. CEMAS TERHADAP ORANG LAIN
Berhubungan dengan kecemasan orang lain terhadap individu (Carpenito, 2006 : 13)

GEJALA KECEMASAN
Secara fisiologis gejala-gejala tersebut meliputi :
1)    Peningkatan frekuensi jantung
2)    Peningkatan tekanan darah
3)    Peningkatan frekuensi pernafasan
4)    Gelisah
5)    Gemetar
6)    Berdebar-debar
7)    Sering berkemih
8)    Insomnia
9)    Keletihan dan kelemahan
10) Pucat atau kemerahan
11) Mulut kering, mual dan muntah
12) Sakit dan nyeri tubuh
13) Pusing/ mau pingsan
14) Ruam panas atau dingin
15) Anoreksia (Carpenito, 2006 : 12)

TINGKAT KECEMASAN (ANSIETAS)
Tingkatan ansietas menurut Stuart (2006) dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Ansietas Ringan
Ansietas ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. Ansietas pada tingkat ini menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. Ansietas ini dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreatifitas.
2. Ansietas Sedang
Ansietas sedang memungkinkan orang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan hal lain. Sehingga seseorang mengalami tidak perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih banyak jika diberi arahan.
3. Ansietas Berat
Ansietas berat sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Individu cenderung untuk berfokus pada sesuatu yang terinci dan spesifik serta tidak dapat berfikir tentang hal lain. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Individu tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat berfokus pada suatu area lain.
4. Ansietas Tingkat Panik
Tingkat panik dari ansietas berhubungan dengan terperangah, ketakutan dan teror. Karena mengalami kehilangan kendali, individu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Panik melibatkan disorganisasi kepribadian dan terjadi peningkatan aktifitas motorik, menurunnya kemampuan berhubungan dengan orang lain, persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. Tingkat ansietas ini tidak sejalan dengan kehidupan, jika berlangsung terus dalam waktu yang lama dapat terjadi kelelahan bahkan kematian.

TINGKAT KECEMASAN
Depression Anxiety Stress Scale (DASS)
Kecemasan Ringan
Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. Kecemasan dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreativitas.
Kecemasan Sedang
Kecemasan sedang memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain, sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah.
Kecemasan Berat
Kecemasan berat sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. Semua perilaku ditunjukkan untuk mengurangi ketegangan. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area lain.
Kecemasan Sangat Berat (Panik)
Bentuk kecemasan yang ekstrim, terjadi disorganisasi dan dapat membahayakan dirinya. Individu tidak dapat bertindak, agitasi atau hiperaktif. Kecemasan tidak dapat langsung dilihat, tetapi dikomunikasikan melalui perilaku klien/individu, seperti tekanan darah yang meningkat, nadi cepat, mulut kering, menggigil, sering kencing dan pening.

MENGUKUR TINGKAT KECEMASAN
Depression Anxiety Stress Scale (DASS)
Skor 0
Tidak ada atau tidak pernah
Skor 1
Sesuai yang dialami sampai tingkat tertentu/ kadang- kadang
Skor 2
Sering
Skor 3
Sangat sesuai dengan yang dialami, atau hampir setiap saat

Aspek Penilaian Depression Anxiety Stress Scale (DASS)
Kecemasan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dimana dinilai dari Skor 0 Sampai 3 lalu seluruh Skor di total dari 42 poin yang harus dikaji.

Berikut 42 Skor penilaian kecemasan berdasarkan DASS:
  • Normal Jika Total Skor 0 - 29
  • Kecemasan ringan Jika Total Skor 30 - 59
  • Kecemasan sedang Jika Total Skor 60 - 89
  • Kecemasan berat Jika Total Skor 90 – 119
  • Sangat berat Jika Total Skor > 120
Berikut Penilaian Yang Di Ukur Dengan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) kriteria
  1. Menjadi marah karena hal sepele
  2. Mulut terasa kering
  3. Tidak dapat melihat hal yang positif suatu kejadian
  4. Merasakan gangguan dalam bernafas
  5. Merasa tidak kuat lagi melakukan suatu kegiatan
  6. Cenderung bereaksi berlebihan pada situasi
  7. Kelemahan pada anggota tubuh
  8. Kesulitan untuk relaksasi/ bersantai
  9. Cemas yang berlebihan dalam situasi namun bisa lega jika hal/ situasi itu berakhir
  10. Pesimis
  11. Mudah merasa kesal
  12. Merasa banyak menghabiskan energi karena cemas
  13. Merasa sedih dan depresi
  14. Tidak sabaran
  15. Kelelahan
  16. Kehilangan minat pada banyak hal misalnya makan
  17. Merasa diri tidak layak
  18. Mudah tersinggung
  19. Berkeringat (misal: tangan berkeringat)
  20. Ketakutan tanpa alasan yang jelas
  21. Merasa hidup tidak bahagia
  22. Sulit untuk beristirahat
  23. Kesulitan untuk menelan
  24. Tidak dapat menikmati hal-hal yang saya lakukan
  25. Perubahan kegiatan jantung dan denyut nadi tanpa stimulasi oleh latihan fisik
  26. Merasa hilang harapan dan putus asa
  27. Mudah marah
  28. Mudah panik
  29. Kesulitan untuk tenang setelah sesuatu mengganggu
  30. Takut terhambat oleh tugas-tugas yang tidak bisa dilakukan
  31. Sulit untuk antusias pada suatu hal
  32. Sulit mentoleransi gangguan-gangguan terhadap hal yang sedang dilakukan
  33. Berada pada keadaaan tegang
  34. Merasa tidak berharga
  35. Tidak dapat memaklumi hal apapun yang menghalangi anda untuk menyelesaikan hal yang sedang anda lakukan
  36. Ketakutan
  37. Tidak ada harapan untuk masa depan
  38. Merasa hidup tidak berarti
  39. Mudah gelisah
  40. Khawatir dengan situasi saat diri anda mungkin menjadi panik
  41. Gemetar
  42. Sulit untuk meningkatkan inisiatif dalam melakukan sesuatu
Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRSA)
Alat untuk mengetahui tingkat kecemasan adalah dengan menggunakan alat ukur (instrumen) yang dikenal dengan nama HRSA (Hamilton Rating Scale for Anxiety).

Alat ukur ini terdiri dari beberapa kelompok gejala yang masing-masing kelompok dirinci dengan gejala-gejala yang lebih spesifik.

Masing-masing kelompok gejala diberi penilaian angka (score) antara 0-4, yang artinya:
  • nilai 0 (tidak ada gejala atau keluhan), 
  • nilai 1 (gejala ringan), 
  • nilai 2 (gejala sedang), 
  • nilai 3 (gejala berat), 
  • nilai 4 (gejala sangat berat). 
Masing-masing nilai angka (score) dari kelompok gejala tersebut dijumlahkan dan dari hasil penjumlahan tersebut dapat diketahui tingkat kecemasan.

Skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dalam mengukur penilaian kecemasan terdiri dan 14 item, meliputi:
  1. Perasaan Cemas firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, mudah tensinggung.
  2. Ketegangan merasa tegang, gelisah, gemetar, mudah terganggu dan lesu.
  3. Ketakutan: takut terhadap gelap, terhadap orang asing, bila tinggal sendiri dan takut pada binatang besar.
  4. Gangguan tidur sukar memulai tidur, terbangun pada malam hari, tidur tidak pulas dan mimpi buruk.
  5. Gangguan kecerdasan: penurunan daya ingat, mudah lupa dan sulit konsentrasi.
  6. Perasaan depresi: hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hoby, sedih, perasaan tidak menyenangkan sepanjang hari.
  7. Gejala somatik: nyeni path otot-otot dan kaku, gertakan gigi, suara tidak stabil dan kedutan otot.
  8. Gejala sensorik: perasaan ditusuk-tusuk, penglihatan kabur, muka merah dan pucat serta merasa lemah.
  9. Gejala kardiovaskuler: takikardi, nyeri di dada, denyut nadi mengeras dan detak jantung hilang sekejap.
  10. Gejala pemapasan: rasa tertekan di dada, perasaan tercekik, sering menarik napas panjang dan merasa napas pendek.
  11. Gejala gastrointestinal: sulit menelan, obstipasi, berat badan menurun, mual dan muntah, nyeri lambung sebelum dan sesudah makan, perasaan panas di perut.
  12. Gejala urogenital: sering keneing, tidak dapat menahan keneing, aminorea, ereksi lemah atau impotensi.
  13. Gejala vegetatif: mulut kering, mudah berkeringat, muka merah, bulu roma berdiri, pusing atau sakit kepala.
  14. Perilaku sewaktu wawancara: gelisah, jari-jari gemetar, mengkerutkan dahi atau kening, muka tegang, tonus otot meningkat dan napas pendek dan cepat.
☆☆☆☆☆

No comments