Breaking News

Kolesterol

Background
Hypercholesterolemia is one of the risk factor of coronary heart disease. 

Soy contains protein, fiber and isoflavones which can reduce total cholesterol levels. 

Soy milk added by ginger might increase antioxidant activity. Ginger consist of oleoresin that can  reduce total cholesterol level.

ObyektiveTo investigate the effect of soy milk and ginger to the total cholesterol levels in hypercholesterolemic women
Methods
The study was true experiment with the control group pre-post test design. 

Subjects were 16 women aged 30-55 years with serum total cholesterol level 200-250 mg/dl. 

Subject were divided into two group. 

The intervention group receive 430 ml soy milk with 3 gram ginger and control group receive placebo. 

Total cholesterol level was measured by CHOD-PAP method. 

Food intake during the intervention was measured using food records and 24-hours food recall.

Data was analyzed by using Independent test, Wilcoxon and Multiple Linear Regression.

Results
Mean of total cholesterol level in treatment group decreased 5,50 mg/dl and the placebo group had increased total cholesterol l9.44 mg/dl. 

There were no differences in total cholesterol levels before and after intervention in the treatment group (p = 0.204) and control group (p = 0.093). 

There were differences in variations in total cholesterol levels between the two groups (p = 0.041).

Conclusion
Consumed soy milk with ginger as much as 430ml/ day during 14 days there was no difference in total cholesterol levels before and after intervention with decreased total cholesterol by 5,50 mg/ dl.

Keywords
Soy milk, total cholesterol, women, hypercholesterolemia
☆☆☆☆☆
Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol (bahasa Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah.

Merupakan sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. 

Kolesterol ialah jenis khusus lipid yang disebut steroid. 

Steroids ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. 

Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon.

Steroid lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan testosteron. 

Nyatanya, semua hormon steroid terbuat dari perubahan struktur dasar kimia kolesterol. 

Saat tentang membuat sebuah molekul dari pengubahan molekul yang lebih mudah, para ilmuwan menyebutnya sintesis.

Hiperkolesterolemia berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah.

Kolesterol dapat dibuat secara sintetik. 

Kolesterol sintetik saat ini mulai diterapkan dalam teknologi layar lebar (billboard) sebagai alternatif LCD.

Tingginya kadar kolestrol dalam tubuh menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit. 

Pola makan sehat merupakan faktor utama untuk mengghindari hal ini. 

Akan tetapi, tidak semua kolestrol berdampak buruk bagi tubuh. 

Hanya kolestrol yang termasuk kategori LDL saja yang berakibat buruk sedangkan jenis kolestrol HDL merupakan kolestrol yang dapat melarutkan kolestrol jahat dalam tubuh. Batas normal kolesterol dalam tubuh adalah 160–200 mg. 

Kadar kolesterol yang tinggi dapat diturunkan dengan simvastatin, tetapi simvastatin memiliki efek samping mempercepat timbulnya Katarak atau memperburuk Katarak bagi mereka yang sensitive terhadap obat ini, oleh karena itu sebaiknya gunakan Atorvastatin yang lebih sedikit efek sampingnya dan telah ada Generiknya pula. 

Seorang dokter menyarankan konsumsi bekatul akan sangat baik bagi kesehatan dan menurunkan kadar kolesterol. 

Sebenarnya Serat apapun (Oats, Sayur, Buah) akan mengikat sebagian lemak dan dibuang bersama BAB, tetapi yang lebih utama adalah pengaturan makanan (diet).

Kadar Kolesterol pada usia 9 tahun dapat mencerminkan Kadar Kolesterol pada usia 40 atau 50 tahun. 

Di Texas, Amerika Serikat 1 dari 3 anak berusia 9-11 tahun mengalami Kolesterol Tinggi. 

Obesitas dapat memperburuk Kadar Kolesterol, tetapi 35 persen yang berbadan kuruspun dapat mengalami Kolesterol Tinggi. 

Sebenarnya 70 persen Kadar Kolesterol dipengaruhi oleh Enzim Tubuh di Hati, tetapi Lemak Jenuh Berantai Panjang akan memperburuk Kadar Kolesterol dan terutama Lemak Trans yang Berantai Menengah, tetapi bersifat Stabil, tidak mudah/ dapat memecah menjadi Rantai Pendek. 

Oleh karena itu di beberapa Negara Bagian di AS, makanan ringan (snack) dan juga Restoran Cepat Saji, harus mencantumkan Kalori Total, Kalori dari Lemak dan juga Kadar TransFat. 

Tidak ada salahnya Screening Kolesterol mulai pada usia 9 tahun, cukup Pemeriksaan Kolesterol Total saja dan jika Kolesterol Totalnya melebihi 200, maka perlu lanjutan Pemeriksaan Kolesterol LDL (HDL tidak perlu dulu) dan juga Pemeriksaan Triglyceride. 

Kini telah diketahui Kadar TransFat ternyata jauh lebih berbahaya daripada Kadar Kolestrol Jenuh, oleh karena itu sekarang Amerika Serikat mulai menggunakan Minyak Sawit (bukan minyak kelapa atau minyak kacang tanah), karena bebas TransFat.
☆☆☆☆☆

No comments